Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik

konektivitas-untuk-menurunkan-biaya-logistik.jpg

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik. Dialog Nasional Indonesia Maju ke 12 di Semarang. (Foto: Twitter @kemenhub151)

OrangRembang.Com – Indonesia merupakan negara dengan luas kurang lebih 5 juta kilometer persegi, terdiri dari daratan (pulau) dan perairan (laut). Hal ini menyebabkan tanggung jawab negara untuk mengkoneksikan antar tempat menjadi fokus utama peningkatan perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu konektivitas untuk menurunkan biaya logistik menjadi hal yang menarik dan penting.

Ketersediaan komoditas bahan pokok untuk kelangsungan hidup rakyat Indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah dalam regulasinya. Senada dengan keinginan bapak Jokowi selaku Presiden Indonesia untuk membuat kebijakan BBM 1 harga di seluruh Indonesia. Hal ini jelas tertulis di dasar negara Indonesia yaitu Pancasila bahwa “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Lalu apa maksud dari konektivitas untuk menurunkan biaya logistik? Indonesia terbentang dari sabang sampai merauke, terdiri dari kurang lebih 17 ribu pulau. Pembangunan infrastruktur transportasi darat, udara dan laut menjadi program penting pemerintah.

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik

Dialog Nasional Menuju Indonesia Maju ke 12 di UTC Convention Hall Semarang Rabu, (16/5/2018). (Foto: kemsos.go.id)

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik
Dalam acara Dialog Nasional Menuju Indonesia Maju ke 12 di UTC Convention Hall Semarang Rabu, (16/5/2018).  Hadir 3 menteri dalam acara tersebut dengan peserta dari mahasiswa dan masyarakat umum. Menteri yang hadir yaitu Bapak Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan, Bapak Enggartiasto Lukita Menteri Perdagangan dan Menteri Sosial Bapak Idrus Marham.

Acara yang berjalan kurang lebih 2 jam dipandu gayeng oleh Tubagus Dedi Suwendi Gumelar atau akrab disapa Kang Miing. Dari acara tersebut ada beberapa informasi penting yang disampaikan oleh bapak menteri, berikut ini beberapa yang dapat dirangkum dalam acara tersebut.

Menteri perhubungan bapak Budi Karya Sumadi menyampaikan:

  1. Bandara Ahmad Yani Semarang di Perluas
    Kapasitas sebelumnya bandara ini hanya dapat menampung 800 ribuan penumpang dalam setahun. Dengan proyek perluasan ini, Bandara Ahmad Yani Semarang di perkirakan dapat menampung 6-9 juta penumpang dalam setahun. Hingga bulan april 2018 pengerjaannya sudah mencapai 72 persen.
  2. Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga
    Pada Senin (23/4/2018) Presiden Jokowi telah meresmikan pembangunan bandara yang diharapkan untuk akses masyarakat Jawa Tengah bagian barat dan selatan. Targetnya tahun 2019 akhir bandara ini rampung pengerjaannya.
  3. Jalur Ganda (Double Track) Kereta Api di Lintas Selatan Jawa
    Jalur ganda ini ditragetkan pada 2019 sudah selesai dan dapat beroperasi. Jalur lintas selatan ini memiliki panjang kurang lebih 800 km, lebih panjang dari jalur utara yang hanya dikisaran 720 km.
  4. Mudik Lebaran 2018 Melalui Jalur Laut dan Kereta Api (Gratis)
    Kementrian perhubungan membuat program mudik lebaran 2018 gratis menggunakan kapal laut dengan jumlah pemudik yang dapat diangkut sebanyak 15.200 unit sepeda motor dan 30.400 orang penumpang. Selain itu juga menggunakan moda transportasi kereta api. Untuk info selengkapnya dapat diakses melalu laman http://mudikgratis.dephub.go.id/
  5. Jalan Tol
    Dikutip dari laman kompas.com, dalam sambutan peresmian Jalan Tol Semarang-Solo Seksi III Bawen-Salatiga di Gerbang Tol Salatiga, Senin (25/9/2017). Presiden Jokowi menargetkan panjang jalan tol Indonesia pada tahun 2019 bertambah 1.800 km. Sedangkan dari laman detikFinance, hingga akhir tahun 2018 panjang tol yang baru dimiliki Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018 mencapai 1.183 km terbagi menjadi 25 ruang jalan tol. Untuk jalur mudik 2018 Tol trans Jawa siap menghubungkan dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur. Pada mudik lebaran 2018 ini sudah ada 995 km jalur yang bisa dilalui, namun 237 diantaranya masih bersifat fungisional.

Moment menjelang mudik lebaran 2018 ini pemerintah bekerja keras untuk kelancaran para pemudik. Dari sekian banyak proyek pemerintah digenjot rampung pada bulan mei – juni ini, lebih-lebih utamanya jalur transportasi.

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik

Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita (Foto: kemendag.go.id)

Dalam dialog nasional ke 12 , Menteri Perdagangan Bapak Enggartiasto Lukita dalam dialognya mengawali dengan memanggil 3 peserta pedagang dan 3 mahasiswa yang juga berdagang. Diawali dengan bapak menteri bertanya kepada peserta. Mulai dari dagangan apa yang dijual, omset sampai keuntungan bersih yang didapat. Diakhir dialog dengan peserta yang dipanggil, setiap peserta mendapatkan hadiah dari bapak menteri berupa barang kebutuhan usaha dan modal usaha.

Salah satu tugas dan perintah Presiden Jokowi kepada menteri perdagangan adalah untuk menurunkan harga bahan pokok dan memastikan ketersediannya. Terbukti pada tahun 2017 menjelang ramadhan pemerintah mampu mengendalikan harga bahan pokok dan inflansi semua terkendali. Hal tersebut merupakan upaya konektivitas untuk menurunkan biaya logistik bersama element pemerintahan dan masyarakat.

“Dalam hal pengendalian harga dan ketersediaannya secara khusus presiden secara langsung yang memimpin”, ungkap Bapak Enggartiasto Lukita.

Beberapa bahan pokok yang jadi fokus utama dikendalikan yaitu beras, gula, daging dan minyak goreng. Artinya HET (Harga Eceran Tertinggi) sangat diperhatikan oleh pemerintah dengan harga yang murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Hal lain yang memicu kenaikan harga di pasar adalah soal penimbunan barang di gudang sedangkan stok di pasaran kosong. Kedepannya oleh pak menteri dikatakan jika hal tersebut ditemukan akan ditangkap dan di proses oleh satgas.

Masih dari penjelasannya, menjelang lebaran tahun 2018 pemerintah juga memastikan tidak ada kekuarangan dan kenaikan harga bahan pokok. Jadi tidak perlu khawatir soal kenaikan harga dan ketersediaan di pasar, hal ini jelas pendukungnya adalah adanya konektivitas untuk menurunkan biaya logistik.

Diakhir dialognya, pak menteri membacakan puisi dengan judul “Kursi Berduri Menteri”. Puisinya berisi bahwa posisi menteri adalah pembantu presiden dan memastikan perekonomian Indonesia yang harus merata dengan landasan Pancasila sila ke lima yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

dialog nasional menteri sosial

Menteri Sosial Idrus Marham. (Foto: kemsos.go.id)

Kemudian dilanjutkan dialog nasional oleh Menteri Sosial. Mensos Idrus Marham, memberikan berita gembira. Beliau menceritakan bahwa Presiden Jokowi kerjanya luar biasa, sampai-sampai paspampres kualahan. Apa sebab, ya karena hobi blusukannya pak Jokowi untuk bertemu dengan rakyat, tidak ada pembatasan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Data yang di sampaikan beliau, bahwa pada tahun 2017 angka kemiskinan berada di angka 27 juta jiwa. Diakhir tahun 2017 turun menjadi 26.580.000 jiwa se Indonesia. Itu artinya turun 1,2 juta. Hasil tersebut merupakan kerjasama semua kabinet. Angka kemiskinan diakhir periode pertama kabinet kerja Jokowi ini ditargetkan dibawah 10%. Oleh sebab itu jika masih ada yang mempertanyakan apa kerja pemerintah hari ini, berarti tidak membaca informasi terbaru.

Dari sekian banyak program yang dijalankan oleh pemerintah hari ini, program yang paling efektif adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program keluarga harapan untuk mengurangi kemiskinan ini memang dirasakan cukup membantu masyarakat. Di Jawa Tengah penerima program keluarga harapan sebanyak 1,5 juta keluarga. Di Tahun 2019 besaran bantuan PKH akan ditambah lagi minimal 2 juta dan maksimal 3,5 juta tiap keluarga. Hal ini menjadi semangat optmisme bahwa kita dapat menuju Indonesia Maju untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

Secara khusus pak Idrus Marham menyampikan bahwa kebijakan Presiden hari ini adalah Invenstasi sumber daya manusia, hal tersebut ditindaklanjuti dengan memberikan beasiswa kepada lebih dari 100 ribu mahasiswa. Yang menjadi alasan lainnya adalah masa depan Indonesia berada di tangan pemuda hari ini terlebih kepada mahasiswa.

Apresiasi atas kreatifitas dan militansi mahasiswa di Jawa Tengah diyakini oleh Mensos karena beliau juga pernah kuliah dan hidup di Jawa Tengah tepatnya di IAIN Walisongo Semarang dan prestasi yang cukup membanggakan lulus menjadi mahasiswa teladan tingkat nasional.

Diakhir pemaparannya Mensos mengatakan bahwa kesenjangan hari ini tidak hanya kesenjangan ekonomi saja, namun kesenjangan niat. Niat kita terhadap masa depan Indonesia. Sebab karena niatnya yang salah, apapun yang dilakukan pemerintah selalu dianggap salah. Niat harus diluruskan, kebijakan pemerintah yang bagus harus kita dukung kalau tidak bagus kita krtisi tapi memberikan solusi jalan keluar yang baik.

Pak menteri kemudian memanggil beberapa mahasiswa dan memberikan pertanyaan. Pertanyaannya yang dilontarkan berasal dari yel-yel dalam sambutan diawal yang disampaikan bapak Dwi Soetjipto mewakili LPP Edukasi yaitu Siapa Kita? Indonesia, Indonesia? Sehat dan Pintar, Siapa Presiden Kita? Bapak Ir. H. Joko Widodo. Pertanyaannya adalah Apa makna semangat nilai yang dikandung dalam yel-yel tersebut? dengan penuh antusias 3 mahasiswa menjawab dengan baik.

Acara Dialog Nasional Menuju Indonesia Maju ke 12 di Semarang ini merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan LPP Edukasi yang didirikan oleh Dr. Wahyu Purwanto MSIE. LPP Edukasi adalah sebuah lembaga pengakajian pendidikan untuk memberikan dorongan, bantuan dan motivasi kepada para guru mengurus kenaikan pangkat di golongan IV/a. Karena banyak dijumpai kendala adanya beberapa persyaratan harus ada publikasi karya ilmiah.

Informasi yang kami dapatkan, bahwa akan digelar Dialog Nasional Indonesia Maju ke 13 di Salatiga setelah lebaran 2018.

Jadi dari hasil pemaparan ketiga menteri tadi dapat disimpulkan bahwa usaha dan kerja pemerintah dalam konektivitas untuk menurunkan biaya logistik merupakan kerja yang tidak mudah. Keikutsertaan masyarakat dalam menyukseskan program-program pemerintah merupakan tugas bersama. Sehingga cita-cita Indonesia Maju dapat tercapai bersama.

Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik

program keluarga harapan untuk mengurangi kemiskinan

One thought on “Konektivitas Untuk Menurunkan Biaya Logistik”

  1. Dian berkata:

    Baru tahun kalau pemerintah tahun ini juga mengadakan mudik lebaran 2018 gratis. Naik kapal nih, motor bisa dibawa pulang sekalian..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Top